Kamis, 21 Juni 2012

Cara Membuat Amplifier

AMPLIFIER RAKITAN
Kalau dulu yang namanya amplifier rakitan adalah produk amplifier kelas paling sederharna. Peminat nya adalah orang-orang yg tidak mampu membeli amplifier bermerek./amplifier pabrikan. Tapi sekarang situasinya jadi agak kabur, karna amplifier rakitan jaman sekarang performance nya mewah-mewah. Bahkan para audiophile kelas atas pun banyak yg turun kebawah untuk ikut bikin amplifier rakitan
Faktor yg mendukung pesatnya perkembangan amplifier rakitan ini adalah, karna sekarang kita sudah bisa membeli komponent-komponent elektonik kelas high end di negara kita ini. Selain itu yg tidak kalah pentingnya yakni telah banyak ber mun- culan perakit-perakit amplifier yg cukup berpengalaman memakai komponent-komponent high end.

Untuk membuat amplifier rakitan yg baik , penggunaan komponent-komponent yg terbaik bukan jamiman , yang lebih penting dari itu adalah siapa dulu perakitnya. Banyak orang salah beranggapan dalam merakit , mereka pikir kalau menggunakan komponent-komponent yg the best seluruhnya maka hasilnya pasti the best pula. Orang yg beranggapan seperti itu seringkali tidak mendapat kan hasil rakitan yg memuaskan. Untuk bisa mendapatkan hasil rakitan yg maksimal dibutuhkan perakit yg berpengalaman.

PERAKIT AMPLIFIER YANG HANDAL
Bagi seorang perakit yg berpengalaman , sebenarnya tidak ada istilah komponent terbaik atau komponent terburuk. Dimata mereka semua komponent itu baik asalkan gunakan di bagian yg tepat. Boleh dibilang hanya merekalah yg paling banyak tau karakter tiap-tiap komponent juga fungsi dan tata letak yg benar pada sebuah rangkaian amplifier.
Seorang perakit yg berpengalaman membuat amplifier bagaikan seorang koki mengolah masakan , ia mencampur semua komponent -komponent dari yg mahal sampai yg murah dari yg bagus sampai yg jelek semua diaduk-aduk jadi satu adonan sampai tercipta hasil akhir sebuah masakan yg lezat sekali buat telinga pendengar. Dimana suara bass terasa empuk dan pulen suara treble terdengar renyah seperti ketan dan vocal penyanyi bulat dan sedap . naah..kira-kira begitulah analogi nya .
Biasanya para perakit-perakit handal itu bekas teknisi barang-barang perangkat audio kelas high end. Buku pelajaran mereka adalah puluhan amplifier high end yg pernah mereka perbaiki. Dari sanalah mereka menimba ilmu. Semakin banyak jenis ampli yg ia perbaiki semakin banyak ilmu nya. semakin tinggi jam terbang nya.
Di kota Jakarta terhitung hanya beberapa orang (yg benar-benar saya kenal ) perakit amplifier dng backround seperti ini. Maklumlah untuk mendapatkan posisi seperti mereka memeang sulit , karna lapangan pekerjaan nya juga sedikit.
Bila kita ingin memesan amplifier rakitan pada mereka umumnya mereka masang tarip sekitar +/- Rp500 ribuan ini baru upah kerja tidak berikut bahan. (harga tarip ini tidak mutlak, hanya yg saya pernah dengar kira-kira segitu )
Ada lagi perakit amplifier handal dari background yg lain. yakni para hobbies sekaligus audiophile yg tergolong berkantong tebal, mereka merakit sendiri dan biasanya untuk dipakai sendiri. Kadangkala mereka jual juga hasil karyanya umum nya kalau mereka sudah merasa bosan atau sudah membuat yg lebih bagus. Saya katakan hobbies berkantong tebal karna mereka membiayai sendiri atas pembelian komponent-komponent mahal untuk mereka pelajari karakter nya

MERAKIT AMPLIFIER SENDIRI
Setelah tulisan diatas bukan berarti hanya para perakit handal saja yg mampu membuat amplifier terbaik. Sebenarnya kita sendiri juga bisa , atau cukup dengan meminta bantuan kawan atau tukang service elektronik biasa, yg barangkali lagi sepi order. Cara termudah adalah dengan mengikuti saja apa yg di tulis pada skema amplifier yg akan kita buat tersebut, gunakan bahan yg standard saja , yang penting sampai berhasil keluar suara dengan benar , dan tidak terjadi kesalahan

Setelah jadi baru kita tanya sana-sini komponent apa yg paling cocok untuk ampli kita ini. Sumber tempat bertanya biasanya di toko-toko elektronik yg menjual bahan-bahan rakitan. disana selalu kumpul para pecandu amplifier rakitan sedang mendiskusikan rakitannya. Naah dari sanalah kita belajar pinter .
SEKEDAR SARAN UNTUK PEMBUAT AMPLIFIER

Ada suatu pengalaman yg memberikan saya pelajaran sangat berarti : Sebenarnya saya sudah sejak lama menyenangi pekerjaan rakit-merakit amplifier. Namun sampai sejauh ini tak ada teman-teman saya yg tertarik dengan amplifier buatan saya. Saya pun maklum karna amplifier saya hanya bagus suaranya saja , sedangkan casink nya asal-asalan.

Beberapa waktu yg lalu di Glodok dan Mangga dua bermunculan casink-casink amplifier yg cantik , buatanya pun sangat profisional, saya coba beli satu .

Saat ini casink itu sudah menjadi sebuah amplifier yg sangat eksotik bentuknya , Yang mengherankan, semenjak ada amplifier ini, tau-tau saya mendapat banyak pujian , yang mana belum pernah saya terima pujian sebanyak ini selama belasan tahun bikin ampli rakitan. Mereka semua berkomentar bahwa suara amplifier saya sangat bagus. Yang bikin saya bingung pertama: kenapa suaranya yg di puji, kok bukan casinknya .

Jadi ternyata begitulah cara orang awam memandang sebuah amplifier rakitan, asalkan performance nya bagus maka segala-galanya jadi bagus . sebaliknya kalau performancenya jelek ,mereka udah males duluan untuk denger suaranya.

Kesimpulan: Ada baiknya kalau kita bikin amplifier sebisa mungkin gunakan casink yg terbaik. Supaya anak istri kita yg tidak mengerti musik jazz atau clasic Tidak ditambah beban lagi dengan pemandangan ampli rakitan kita yg bentuknya seperi oplet reot dgn kabel-kabel yg berseliweran. Seringkali para penggemar amplifier rakitan berlaku egois , asal amplinya sudah bisa mengeluarkan suara high end dianggapnya proyek sudah selesai, perkara casink nya amburadul bukan masalah. Padahal dia tidak tau mata orang rumah jadi distorsi tiap hari melihat benda antik kesayangan kita tsb.

Pernah saya membaca di salah satu majalah audio lokal, bahwa perusahan loudspeaker Infinity , waktu dia merancang bentuk box speakernya , mereka sengaja memanggil ibu-ibu rumah tangga untuk dimintai pendapat mengenai design loudspeaker mereka. Sebab umumnya pada saat Seseorang ingin membeli loud- speaker biasanya sang istri ikut berperan dalam menentukan speaker pilihan nya. Jadi untuk speaker-speaker yg bentuknya seperti batu nisan atau peti mati cowboy Jangan harap terpilih , walau sebagus apapun suaranya.

AMPLIFIER RAKITAN vs AMPLIFIER HIGH END

Mana lebih bagus amplifier rakitan atau amplifier import kelas high end…. ? Kalau untuk amplifier yg watt nya kecil-kecil pernah diadu bahkan sering di adu antara ampli rakitan dgn ampli high end. Rata -rata hampir sama hebatnya , sulit dikatakan mana yg lebih bagus kembali keselera masing-masing juga. Tapi kalau untuk amplifier yg watt atau daya powernya besar , bisa dikatakan Amplifier import yg lebih jago. Masalahnya untuk buat amplifier berdaya watt kecil persyaratannya masih lebih mudah jadi masih bisa dibuat tanpa alat ukur yg canggih. Akan tetapi kalau membuat amplifier yg berdaya watt besar , biasanya yg menggunakan transistor sampai berpuluh-puluh buah atau lampu tabung yg berjejer banyak, tentunya membutuhkan alat ukur yg lebih canggih dan akurat , Biasanya alat ukur seperti itu tidak dimiliki oleh kebanyakan perakit di sini. Maka kalau kita mau bicara amplifier rakitan yg canggih , umumnya yg kita bicarakan itu adalah yg berdaya watt kecil, kalau ampli rakitan dengan watt besar saya belum berani sesumbar....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar